Pages

Rabu, 19 November 2008

Sendiri tanpa kehidupan

Dimana hidup itu berada ?
Lenyap sungguh tak ku temukan.
Selayang pergi jauh melayang.
Hey sang pencari cinta !
Lupakan saja tentang cinta.
Hidup itu sangat berarti tanpa cin.a.
Sendiri, merenung memalukan.
Cinta memalukan kesakitan.
Kesakitan hidup ..
Selalu sendiri tanpa kehidupann

Selasa, 04 November 2008

kehidupan cinta

Ketika cinta tak bisa berkata.
Tangisan hati mendendam diri.
Tak bisa berkata-kata.
Mataku yang kau liat,
akan menjawabnya.
Mungkinkah aku memilikimu, hati ?
Memiliki cinta tak setia.
Ini lah cinta ..
Pengorbanan hidup,
Tanpa arti ..

Sabtu, 01 November 2008

Tetesan air dunia.

Berkembang pesat.
Melambangkan kesuksesan.
Usaha tanpa arti.
Sia-sia terbuang.
Sampah busuk itu lebih baik.
Hanya untuk menyatukan,
Keharuman dan kebusukan.
Dunia boleh menangis.
Melihat kehancuran alam.


Bandung, 27 September 2008

Tekadku tak membawa ARTI


Kepedihan hati baru kurasakan di saat mengejar cintamu. Pedih ! sungguh tak tertandingi. Ku ingin menyendiri, ku tak ingin melihat kehidupan selain kehidupanku sendiri. Hening .. Sungguh hening kamarku. Cahaya pun tak dapat menembus kamarku yang ada di bawah tanah. Ku hanya duduk bersender di dinding.
Hari ini yang aku lakukan hanya kebodohan, tapi sudahlah hanya hari ini. Mungkin esok hari kebahagiaanku. Merenung memikirkan sang putri impian, yang aku cari dan aku kejar cintanya, entah dimana keberadaanya saat ini. Puisi demi puisi ku lanturkan di selembar kertas. Ku sebarkan! ku penuhi kertas di mejaku. Puisi yang entah tak ada arti, yang tak bisa tersampaikan kepadanya.
"puisiku hari ini adalah kejujuran ..
Menunggu membawa arti.
Arti kesetiaan di hatimu.
Bukan di mulutmu!
Takan pernah ada.
Takan bisa memilikimu, hati!

Kupuja kau, hati.
Ku ingin kau tahu..
Kusakiti hatiku.
Agar kau mengerti..
Aku cinta, hati!

Puisi ini adalah puisi kejujuran, kejujuran hati yang menghilang saat ini. Puisi yang menandakan keberadaan ku saat ini. Aku tak ingin menyerah! Aku harus bisa mendapatkannya! "tekadku dalam hati.
Mungkin tekadku adalah si ingkar yang mungkin akan mengingkari semua tekadku. Tapi biarlah biar waktu yang berkata.
Ku coba berdiri. Melangkahkan kakiku ke arah etalase. Mataku belum tersinari oleh sang cahaya pagi. Pantas saja otakku kosong, hanya ada mimpi belaka. Ku buka etalase kamarku. "hangatt!" kataku.
Hangat apa yang aku katakan, entah apa. Mungkin kehangatan dunia yang sedang merangkulku, yang pernah dibuang seperti sampah olehku. Hanya untuk mencari sang putri khayalan.
Putriku biarlah disana bersenang-senang. Aku kembali ke duniaku, dunia yang selalu menungguku pulang. Terima kasih, hati! Meskipun aku tak berarti unutkmu, kau telah memberikan arti kebahagiaan untukku.

Minggu, 28 September 2008

Hidup tanpa ayah .

Senang saat kau ada disampingku
Mencoba merasakan apa arti kesenangan
Keingin tahuan aku tanyakan padanya .
Sungguh aku rindu !
Mengulurkan tangan disaat kau akan pergi
Aku menjawab selamat jalan
Langkah demi langkah dia menjauh pergi
Meninggalkan aku .
Menghilangkan jejak kakinya .
Entah kapan ia kembali .
Entah kapan aku bisa meneruskan keingin tahuanku .
Aku tak ingin hidup
Hidup tanpa ayah .

Tega .

Tega .
Sungguh tega , kau ayah !
Ibu hanya bisa terbaring di tempat tidur .
Kau tega meninggalkannya .
Kau tak ingin susah !
Ibu sakit , ayah ..

Sungguh tega !
Kau menduakan ibu .
Cobalah kau memberi hati pada kami .
Ibu , aku ..
Membutuhkanmu ayah !

Istrimu bukanlah wanita itu .
Istrimu sedang tertidur , ayah !
Jenguklah dia ..
Cium keningnya .
Hanya itu yang ku mau .
Jaga dia hingga dia mendapatkan kehangatanmu .
Jaga dia hingga dia pulih .

Tega !
Jika kau memilihnya .

Keinginan tertunda .

Lelah ku pikirkan ..
Keinginanku tak ku dapatkan .
Entah apa yang harus aku lakukan .
Sabar , aku menunggumu .

Kapan aku bisa memegang tanganmu .
Mimpiku yang selalu bercerita .
Sungguh aku sayang , hati !
Aku menunggumu .
Meskipun entah kapan .
Aku memilikimu ..

Jumat, 05 September 2008

Perubahaan akan kehilangan

Deras air menggema di telingaku
Percikan air menyentuh hatiku
Hujan tak henti henti membasahi
Langit tak lagi biru .
Matahari tak lagi bersinar menyinari .
Apa yang akan terjadi .
Aku tak tau .
Ini hanya perubahan alam .
Perubahan akan kehilangan .


Bandung, 05 September 2008