Pages

Sabtu, 31 Januari 2009

Tentang kau

Setelah ku tahu apa isi hatimu, sungguh kau penjahat hati yang pernah ku temukan, hati! Sekali hal teringat di fikiranku, semenjak kau ada di sisiku hati, saat kau dan aku memejamkan mata, saat hati menyentuh jiwa yang entah mengapa rasanya sangat menyenangkan hati, saat bibirku dan bibirmu saling bersentuhan. Ingatkah saat itu, hati? Sungguh aku tak tau apa yang ku perbuat saat itu. Mungkinkah aku cinta padamu? Ataukah hanya nafsu belaka? Aku menyesal telah mengenalmu, dekat denganmu dan aku sangat menyesal apa yang aku perbuat seharusnya aku tak melakukan itu.

1 tahun kita menjalani cerita hidup tentang cinta, jujur aku hanya mendapat sedikit kesenangan darimu. Hanya sedikit yang aku dapatkan.. Entah denganmu, Apa yang kau dapatkan? Kesakitan hatiku yang tak pernah kau ketahui, itu sebenarnya yang kau dapatkan. Coba pernahkah ku tersenyum di depan kedua bola matamu? Tak pernah sekali pun,hati! Jika kau tahu apa yang pernah aku senyumi, itu hanya karena sifatmu yang jengkel yang membuatku tersenyum, bukan hatiku yang ingin tersenyum, bukan!

Cerita kita hanyalah sebuah titik air yang diselimuti oleh kebohongan belaka. Hanya pertarungan dari mulut ke mulut. Hanya menjadi bahan pembicaraan orang-orang. Maaf jika aku tak pernah cinta pada hatimu. Salahku dulu aku hanya melihat fisikmu yang membuat lelaki senang dan aku tak melihat dari hatimu. Dan aku memilih pilihan yang salah, sungguh sangat salah! Jeritan hatimu sungguh tak terdengar olehku, baru saat ini aku menyadarinya. Hatimu selalu menertawakanku, keji kepadaku. Mendua disaat aku benar-benar percaya kepadamu. Merasa sakit setelah dicampakan olehmu. Untung hal ini tak diketahui olehmu bahwa aku tahu kelakuanmu. Aku beruntung kedua bola mataku melihat kejujuran hatimu pada saat itu. Bajingan kau! Selalu ada kata-kata itu dibenapku. Bajingan!

Parade bola mata memancarkan kejujuran pada saat itu, mulutku yang tak bisa dikontrol menjadikan aku keluar dari kebohongannya. Kau telah berhasil menjadikanku bonekamu yang selalu dipermainkan olehmu. Dan aku telah berhasil membuat kau menjadi bajingan! Ya sudah hati kita telah dipuaskan oleh kelakuan kita sendiri. Cerita ini kita akhiri saja. Tak perlu ada kebaikan hati yang ternyata hanya kebohongan belaka lagi. Tentang kau hanyalah kiasan belaka. Tentang kau hanyalah penjahat hati. Tentang kau tetaplah bajingan yang selalu membekas dihidupku.

Selasa, 27 Januari 2009

Selamat tinggal cita-cita

Melawan keinginanku .
Terpaksa aku lakukan .
Demi adik-adikku .
Keinginan ku menjadi sukses
Sudahlah terputus .
Takan pernah tersambung kembali .
Takdirku hanyalah seorang anak dari seorang nelayan .
Ku berusaha tanpa arti .
Tak pernah membuat kebahagian untuk ayah
Sampai dia lelah bekerja di laut dan tak kembali lagi .
Aku tegar ! Menghadapi kenaifan dunia ini .

Minggu, 25 Januari 2009

Musik

Musik hidup tanpa bergerak.
Telingaku mendengar keindahan alunan melodi.
Kepalaku mengangguk-angguk terpesona.
Musik akan selalu kudengar.
Radio temanku takan pernah aku lepaskan.
Radioku adalah sahabat musikku.
Berdeming nada-nada indah.
Melodi mengelilingi dunia.
Saat harus ku matikan.
Hening sungguh hening.
Hening seperti hidup tanpa kehidupan.